16 March 2017

Tips Menjadi Pengusaha Sukses Dengan Modal Terbatas



MAU JADI PENGUSAHA TAPI MODAL TERBATAS

banyak pertanyaan dari teman tentang bagaimana jika ingin jadi pengusaha namun tidak memiliki modal. Sebetulnya ini bukanlah pertanyaan baru. Seseorang yang belum berpengalaman bisnis dan berniat untuk memulai bisnis, selalu ketiadaan modal (UANG) adalah hal yang paling utama dipermasalahkan.

Nah maka, begitu mereka mempunyai UANG mereka tanpa berpikir panjang mengenai kemampuan diri, tanpa konsultasi pada ahli bisnis, mereka gunakan sebagian besar uangnya untuk memulai bisnisnya. Akibatnya, sebelum usaha menunjukkan tanda-tanda keberhasilan, sebagian dari mereka sudah kehabisan uang, tenaga dan motivasi. Ini adalah fakta, bukan opini.

Kuasai Dahulu Sebelum Anda Memulai Sendiri

Jika Anda berkeinginan memulai suatu bisnis sendiri, janganlah membuang-buang waktu dengan suatu bisnis yang belum Anda ketahui dan Anda kuasai. Memulai bisnis berdasarkan pengalaman yang dipadukan dengan inovasi kedepan adalah suatu modal dasar untuk suksesnya bisnis Anda.
Banyak sudah contohnya bagaimana para pemula bisnis kandas diawal usaha. Mereka dengan hanya bermodalkan uang, keberanian dan kesempatan, mereka mencoba-coba mencari kesuksesan dalam berbisnis. Namun sayang, sebelum usaha menunjukkan tanda-tanda kesuksesan Anda sudah kehabisan modal, kehilangan kesempatan dan menumpuknya tagihan hutang.

"Itulah risikonya memulai suatu bisnis kalau hanya menggunakan cara-cara sendiri dan dengan cara mencoba-coba"

Modal Usaha Adalah Suatu Proses.

Memulai usaha bukanlah sesuatu yang instan, memulai usaha itu mempunyai tahapan, butuh proses. Keberhasilan dan kegagalan setiap tahapan merupakan pembelajaran dalam meningkatkan naluri bisnis Anda.
Demi ambisi dan melupakan tahapan proses, Anda akan mencari jalan pintas. Akibatnya jika bisnis berhasil Anda akan lepas kontrol dan jika terjadi kegagalan, Anda dengan mudah menyalahkan situasi, seperti kurang modal, pasar yang sepi, lokasi yang tidak strategis dll.


"Jadi modal usaha yang utama adalah proses, bukan uang semata"

Sebetulnya keinginan dan kemauan keras untuk segera menjadi seorang wirausaha itu adalah modal awal usaha, modal yang akan membantu Anda untuk segera bisa melangkah. Ingatlah tiada keberhasilan tanpa langkah nyata Anda ! Ya ngga ?

Modal berikutnya adalah belajar untuk mendapatkan keahlian dan keterampilan berbisnis. Masih ingatkah waktu kecil, bahwa jika ingin bisa naik sepeda Anda harus belajar dahulu bagaimana cara dan menguasai jalannya sepeda. Jatuh bangun dan luka adalah hal yang harus Anda alami agar mampu menguasai sepeda dengan baik. Untuk berbisnis juga demikian, Anda harus belajar dahulu, cobalah dengan banyak membaca tentang bagaimana berbisnis, ikut kursus kewiraswataan atau mendengarkan kaset-kaset tentang penjualan dan pemasaran.

Pembelajaran ini akan membuat Anda tahu banyak mana proses yang harus dikerjakan, mana yang harus direncanakan dahulu dan mana suatu proses yang harus dihindari. Sehingga Anda bisa mulai lebih fokus untuk terjun andil di dunia bisnis.

Jika Anda pertama kalinya merasa sudah bisa mengayuh sepeda, maka hal berikutnya Anda akan mencari pengalaman bersepeda bersama dengan teman-teman, di mulai dari jalan yang sepi (kecil risiko tabrakannya) sampai ke jalan raya yang begitu ramai dengan risiko tertabrak mobil. Begitu jugalah dengan bisnis, untuk menempa naluri bisnis Anda , Anda butuh pengalaman berbisnis dengan berbagai cara.

Salah satu cara untuk mendapatkan pengalaman berbisnis dengan risiko kecil adalah membantu teman-teman berbisnis, atau bekerja pada pemilik usaha sebagai tenaga pembantu, atau menjadi tenaga penjual atau pemasaran. Itu semua tidak butuh modal uang, malah Anda medapat uang gaji karena Anda membantu mereka berbisnis.

Jika Anda dapat melalui itu semua dengan prestasi kerja yang baik, ulet, disiplin, berdedikasi tinggi terhadap kelancaran bisnis dan bisa dipercaya, maka besar atau kecil bisnis yang sedang Anda kerjakan sebagai entah tenaga pembantu, karyawan, tenaga pemasaran, biasanya akan datanglah investor kepada Anda untuk menawarkan modal atau produk. Maka saatnyalah Anda berpikir untuk tidak menjadi pegawai terus dan memutuskan bagaimana menjalankan bisnis untuk Anda sendiri. Contoh Bob Sadino awal berbisnis.

Coba simak beberapa kriteria atau patokan seperti dibawah ini :
Ada beberapa patokan yang dapat digunakan apakah Anda memang sudah mengetahui dan menguasai suatu bisnis sehingga disebut mempunyai pengalaman yang baik dari suatu bisnis.
1. Menguasai betul mengenai produk-produk yang akan Anda jual dan tahu bagaimana kwalitas produk-produk yang sejenis yang sudah ada dipasar.

2. Mampu bagaimana cara-cara memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan dibandingkan pesaing lain baik pada saat pembelian ataupun setelah penjualan produk tersebut.

3. Mengenal baik siapa-siapa saja dan dimana saja pelanggan-pelanggan yang mencari dan memerlukan produk-produk tersebut.

4. Tahu persis bagaimana tingkat persaingan dipasar, dan begitu juga tahu tingkat harga-harga yang berlaku dipasaran sehingga Anda tahu pesaing-pesaing yang akan mencegah atau menghalangi pelanggan untuk membeli dari Anda.

Dengan Anda tahu dan menguasai kriteria pengalaman bisnis tersebut diatas. Maka itu semua merupakan modal awal yang Anda miliki untuk suksesnya bisnis yang akan Anda mulai sendiri. Jadi memulai suatu bisnis itu janganlah hanya menggunakan cara-cara sendiri dan dengan cara mencoba-coba. Jika Anda memang belum berpengalaman berbisnis, janganlah membicarakan uang dahulu untuk modal memulai usaha.

Lalu kapan bisa dikatakan bahwa bisnis Anda telah sukses ? Itu mudah saja jawabannya buat saya yang bukan ahli bisnis…

"Bisnis Anda dikatakan sukses itu.. jika uang Anda sudah berlimpah"